Info Graphics

10 Tahun LaLaLa Festival: Dari Cikole hingga Ekspansi ke Filipina

Jakarta, Info Graphic Pics Indonesia

Memasuki tahun ke-10, LaLaLa Festival yang lahir di Cikole, Bandung membuka babak baru dengan memperluas penyelenggaraannya ke dua negara, Indonesia dan Filipina.

Perjalanan LaLaLa Festival bergulir pada tahun 2016, dengan identitas kuat sebagai festival musik bernuansa hutan. Pada 2024, LaLaLa Festival berpindah ke Jakarta, menghadirkan perpaduan nuansa alam, musik, dan visual dalam ruang urban.

Kini pada 2026, LaLaLa Festival melangkah lebih jauh dengan membawa identitas dan pengalaman musiknya ke panggung regional, mencerminkan pertumbuhan audiens yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam penyelenggaraannya, sebanyak 20 persen audiens LaLaLa Festival berasal dari mancanegara, termasuk Australia, Singapura, Malaysia, China, dan Taiwan. Hal ini menunjukkan bahwa LaLaLa Festival berkembang menjadi

perayaan musik dan titik temu bagi komunitas musik dari berbagai negara.

Sebagai salah satu festival musik yang diakui di Asia Tenggara, LaLaLa Festival terus menghadirkan kurasi lineup yang unik setiap tahunnya. Festival ini dikenal sebagai melting pot lintas generasi dan lintas genre, mempertemukan berbagai warna musik dalam satu pengalaman festival.

Dari musisi internasional, nama-nama besar lintas era, hingga talenta baru dari berbagai negara, LaLaLa Festival membuka ruang bagi banyak jenis musik untuk bertemu dengan audiens yang beragam. Festival ini juga dikenal unik

meramu lineup dan menyajikan pengalaman festival yang dapat dinikmati oleh berbagai generasi.

Dengan pilihan musik yang luas dan harga tiket yang tetap diupayakan dapat diakses oleh audiens dari berbagai kelompok usia, LaLaLa Festival menjadi ruang bersama bagi mereka yang sudah mengenal LaLaLa, hingga pendengar baru, dan generasi muda yang ingin menemukan pengalaman musik berbeda.

Istimewa di LaLaLa Festival 2026

Pada 2026, LaLaLa Festival meningkatkan skala penyelenggaraan dari tiga menjadi empat panggung. Penambahan ini dirancang untuk memberikan ruang lebih luas terhadap eksplorasi musik, serta menghadirkan pengalaman menonton yang lebih beragam sepanjang hari.

Setiap panggung dirancang membawa karakter dan suasana berbeda, sehingga penonton dapat menikmati perjalanan festival yang lebih dinamis.

Selain lineup musik, LaLaLa Festival diketahui senang ‘bermain’ dengan instalasi, dekorasi, dan elemen visual yang berubah setiap tahunnya. Tahun ini, pengalaman dilengkapi berbagai area dan instalasi seperti water fountain, tunnel, photobooth, wall of fame, perosotan LaLaLa, area F&B, serta berbagai elemen festival yang dirancang memperkaya pengalaman pengunjung di luar area panggung.

LaLaLa Festival 2026 juga menghadirkan chilling area dengan visual mapping sebagai ruang untuk beristirahat, menikmati suasana festival, dan merasakan pengalaman visual yang lebih imersif. Area ini menjadi bagian dari komitmen LaLaLa menghadirkan festival yang memperhatikan ambience, kenyamanan, dan detail pengalaman pengunjung.

Komitmen lain yang tetao dipertahankan adalah soal kualitas penampilan artis. Setlist yang dibawakan oleh para artis akan mengikuti format konser masing-masing seperti biasa, bukan penampilan singkat dengan lima hingga tujuh lagu.

Melalui musik, visual, dan pengalaman festival yang terus berkembang, LaLaLa Festival 2026 hadir sebagai perayaan lintas negara, lintas generasi, dan lintas genre yang sejalan dengan keinginan membangun ruang pertemuan bagi komunitas musik dari berbagai negara di kawasan.

Informasi lebih lanjut mengenai jadwal, lineup lengkap, dan pembelian tiket dapat diakses melalui lalalafest.com dan Instagram @lalala.fest.

(rea/rir)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Info Graphic Pics]

Baca lagi: Bahlil Blak-blakan 3 Biang Kerok Mati Lampu Bergilir di Jawa

Baca lagi: Kejagung Dalami Dugaan Korupsi Pengadaan CCTV di BGN

Baca lagi: NASA Uji Bola Piala Dunia 2026 di Luar Angkasa

Exit mobile version