
Jakarta, Info Graphic Pics Indonesia
—
Film terbaru bintang dan sutradara legendaris Hong Kong Stephen Chow,
Kung Fu Soccer
, menuai kecaman keras setelah dinilai mengejek dan menyudutkan tim nasional sepak bola putri Korea Selatan dalam sejumlah adegannya.
Kontroversi besar muncul dipicu oleh adegan yang menampilkan tim sepak bola wanita Korea bernama Ewha Women’s Soccer Team, nama yang dinilai secara langsung merujuk pada Ewha Womans University di Seoul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertandingan melawan kelompok tokoh utama, tim asal Korea tersebut digambarkan terus-menerus melakukan berbagai pelanggaran berat serta taktik licik di lapangan. Beberapa bagian itu juga ditampilkan dalam trailer.
Berdasarkan berbagai ulasan daring, penggambaran stereotipe negatif juga terlihat jelas saat para pemain Korea ditampilkan mengenakan lensa kontak bulat besar, terlalu terobsesi dengan make-up mereka saat bertanding.
The Korea Herald
pada Sabtu (18/7) juga memberitakan beberapa pihak menyoroti penyampaian dialog bahasa Korea yang sengaja dibuat dengan gaya canggung dan berlebihan.
[Gambas:Video Info Graphic Pics]
Profesor Seo Kyung-duk dari Sungshin Women’s University di Seoul, yang dikenal vokal menyuarakan isu-isu kedaulatan dan kebudayaan Korea Selatan, melayangkan kritik tajam terhadap visualisasi tersebut.
Seo Kyung-duk menegaskan bahwa meskipun berada dalam ranah fiksi, penggambaran buruk semacam itu dapat memperkuat kesalahpahaman publik global terhadap kebudayaan Korea.
Ia juga mengaitkan insiden ini dengan kasus serupa pada Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 saat film pendek lintasan pendek bertajuk Fly! Light on the Ice rilisan Biro Radio dan Televisi Kota Beijing.
“Saat itu juga atlet Korea digambarkan berulang kali melakukan pelanggaran. Sangat mengkhawatirkan melihat kasus serupa terulang,” kata Seo Kyung-duk.
Atas dasar kekhawatiran akan berulangnya sentimen negatif tersebut, Seo mendesak tim produksi Kung Fu Soccer untuk segera mengoreksi adegan-adegan yang memicu perdebatan itu sebelum film resmi didistribusikan ke pasar internasional.
“Tim produksi harus memperbaiki adegan-adegan kontroversial tersebut sebelum film ini dirilis di luar negeri bulan depan,” tambahnya.
Gelombang protes yang mencuat ini membayangi kesuksesan komersial sekuel dari film hit global Shaolin Soccer (2001) tersebut.
Sejak resmi dirilis di China pada 11 Juli lalu, film yang berfokus pada perjuangan tim sepak bola putri yang memanfaatkan teknik seni bela diri demi meraih kemenangan ini sebenarnya tampil sangat perkasa di jajaran box office.
Media lokal China mencatat Kung Fu Soccer sukses meraup pendapatan fantastis melampaui 600 juta yuan atau sekitar Rp1,3 triliun hanya dalam waktu tiga hari penayangan.
(chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Korban Tewas Akibat Bentrok Adonara NTT Bertambah Jadi 3 Orang
Baca lagi: Sinopsis The Apartment Job, Mantan Gangster Nikah Palsu demi Uang
Baca lagi: BMKG: Juni 2026 Salah Satu Juni Terkering dalam 30 Tahun


2 Responses
Logika berpikir yang ditawarkan di sini sangat revolusioner namun tetap menghormati kaidah-kaidah dasar yang telah disepakati oleh para ahli terdahulu. http://cjfl.dothome.co.kr/bbs/board.php?bo_table=sub1_3&wr_id=64946&sst=wr_hit&sod=desc&sop=and&page=10090
Anda sukses merancang sebuah peta jalan yang sangat bersahabat bagi pemula namun tetap memberikan kedalaman materi yang menantang bagi profesional. https://movio.beniculturali.it/asancona/fieremercatimarche/?pageId=108