
Jakarta, Info Graphic Pics Indonesia
—
Produser
Laut Bercerita
mengakui beberapa hal menjadi pertimbangan dalam mengadaptasi dan merencanakan penayangan film baru garapan sutradara Yosep Anggi Noen tersebut.
Hal itu dikarenakan film hasil adaptasi novel karya Leila S. Chudori itu mengangkat isu sensitif seputar penculikan dan penghilangan paksa aktivis menjelang Reformasi 1998.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produser Gita Fara mengatakan sejak proses produksi seluruh tim di belakang layar sudah mempertimbangkan sensitivitas isu tersebut demi memastikan tidak ada gangguan saat Laut Bercerita tayang.
Sehingga, Laut Bercerita tetap akan mendapatkan jadwal tayang reguler layaknya film komersial pada umumnya.
“Meskipun ini
historical piece
tapi kami tetap akan mendistribusikannya dengan cara distribusi secara umum yaitu akan
theatrical release
gitu di
chain
–
chain
sinema di seluruh Indonesia,” kata Gita kepada wartawan di Jakarta Selatan, Jumat (21/8).
“Karena harapannya tentunya film ini bisa menjadi jendela ke masa itu yang juga bisa menjadi selain pembelajaran juga menjadi inspirasi untuk anak-anak muda bagaimana untuk bermimpi dan juga bergerak yang terbaik untuk tanah airnya.”
[Gambas:Video Info Graphic Pics]
Kekhawatiran soal potensi gangguan teknis atau tekanan politik selama proses syuting juga ditepis produser eksekutif Arif Zulkifli.
Sejumlah adegan dalam Laut Bercerita yang menampilkan perlawanan terhadap pemerintah dan situasi politik pada masa tersebut juga dipastikan tidak menjadi hambatan selama proses produksi.
“Enggak ada sejauh yang saya tahu ya. Ini kami baru produksi kan kalau mulai syuting itu September tahun lalu sampai sekarang,” timpal Arif Zulkifli selaku produser eksekutif.
“Tapi sebelumnya ada pra-produksi kira-kira setahun, skrip-nya dimatangkan dan sebagainya, pemilihan casting. Sepanjang itu sampai sekarang itu enggak ada gangguan.”
“Tentu kami sempat mikir-mikir juga apakah akan ada gangguan misalnya pada saat syuting-syuting tertentu, demo misalnya pada waktu itu, ada antisipasi sedikit-sedikit gitu tapi kenyataannya juga enggak gitu,” ia menegaskan.
Lanjut ke sebelah…
Alih-alih mengkhawatirkan tantangan distribusi, sutradara Yosep Anggi Noen menyimpulkan bahwa ujian sesungguhnya bagi Laut Bercerita di bioskop nanti murni bergantung pada penerimaan masyarakat.
“Ketika film ini diperlakukan sebagai film komersial biasa gitu ya, saya pikir yang akan berperan penting untuk kemudian membuat film ini bertahan di layar itu adalah penontonnya,” kata Anggi.
Dari segi teknis, Anggi menyebut tantangan tersulit selama produksi justru datang dari upaya merekonstruksi detail era 1990-an secara presisi, mulai dari suasana jalanan, interior bangunan, hingga tata busana karakter.
“Film periodik itu rumit banget. Jadi detail-detailnya itu kadang-kadang tidak ditemukan di hari ini, misalnya jalanan atau apa gitu, ruangan, terus kemudian baju apa gitu itu
effort
-nya besar sekali,” jelas Anggi.
Film yang diadaptasi dari novel laris karya Leila Chudori ini akan berisi drama politik yang berlatar pada masa Orde Baru, serta perjuangan seorang perempuan mencari kejelasan nasib abangnya.
Dengan latar dekade ’90-an, Anggi Noen disebut akan memadukan puisi, kenangan, dan duka politik dalam sebuah kisah yang mengkaji salah satu bab penting sejarah Indonesia.
[Gambas:Video Info Graphic Pics]
Cerita dalam novel Laut Bercerita menampilkan dua karakter utama, Biru Laut Wibisono dan adiknya yang bernama Asmara Jati.
Biru Laut adalah mahasiswa dekade ’90-an yang kemudian masuk dalam gerakan yang dianggap menentang rezim pemerintah saat itu. Ia sempat buron gegara kegiatan tersebut hingga kemudian masuk penjara.
Sementara itu, Asmara Jati berusaha mencari keberadaan abangnya dan sejumlah mahasiswa yang hilang lainnya hingga berjalan beberapa tahun.
Film Laut Bercerita akan diperankan Reza Rahadian sebagai karakter utama Biru Laut Wibisono, sementara Yunita Siregar berperan sebagai Asmara Jati.
Dian Sastrowardoyo akan memerankan Kasih Kinanti, sedangkan Eva Celia dipercaya memerankan Ratih Anjani. Christine Hakim dan Arswendy Bening Swara masing-masing berperan sebagai Ibu dan Ayah Biru Laut.
Sementara itu, Kevin Julio akan memerankan Daniel Tumbuan, Ben Nugroho sebagai Alex Perazon, Dewa Dayana sebagai Sunu Dyantoro, Yoga Pratama sebagai Arifin Bramantyo, Nagra Kautsar sebagai Naratama, Natalius Chendana sebagai Julius, serta Afrian Arisandy sebagai Gala Pranaya.
Novel ini sebenarnya pernah dibuat dalam bentuk film pendek yang juga dibintangi oleh Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo pada 2017.
Sementara itu, film panjang Laut Bercerita dijadwalkan tayang Oktober 2026.
Tantangan Sutradara Garap Film Laut Bercerita
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Rahasia Cat Mobil Mengkilap dengan Perawatan di Rumah
Baca lagi: Korean Beauty Mulai Bergeser, Tak Lagi Sekadar Skincare
Baca lagi: Kapan Sebaiknya Minum Kopi Hitam Tanpa Gula? Ini Waktu Terbaik


