Korea Selatan Makin Candu dengan Mikrodrama

Jakarta, Info Graphic Pics Indonesia

Mikrodrama

kini makin diminati di Korea Selatan. Peningkatan permintaan akan mikrodrama ini membuat industri drama Korea Selatan semakin serius menggarap tayangan sinetron vertikal tersebut.

Sebelumnya, mikrodrama di Korea Selatan lebih banyak produk impor, mengingat China sudah mendahului tren ini sejak 2018. Namun peningkatan permintaan mendorong sineas Korea untuk mengembangkan cerita mereka sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korea Selatan yang makin tenggelam dalam mikrodrama juga terlihat dari Bucheon International Fantastic Film Festival 2026 yang menghadirkan segmen khusus bertajuk Platform Special Screening: Short-form Cinema.

Dalam acara tersebut, deretan karya yang ditampilkan antara lain My Father’s Table karya Lee Joon-ik, serta Lovely Death dan WIND UP: THE MOVIE.

Lee Joon-ik yang dikenal luas lewat film The King and the Clown (2005) menggarap My Father’s Table sebagai adaptasi webtoon dari Lezhin Comics.

“Drama pendek masa kini membatasi durasi episode hingga dua menit-batas maksimal rentang perhatian penonton modern sebelum fokus mereka beralih,” kata Lee seperti diberitakan majalah film Korea, Cine 21, dan diberitakan The Korea Times.

“Penonton saat ini menginginkan kepuasan instan tanpa perlu banyak pengantar cerita,” paparnya.

Meski China menguasai 70-80 persen pasar global mikrodrama, momentum pertumbuhan mikrodrama kini semakin cepat di Amerika Serikat, Jepang, Asia Tenggara, dan Korea, di mana pasar domestiknya mencapai sekitar 650 miliar won atau US$467 juta pada tahun lalu.

Survei Perilaku Penggunaan Konten 2025 yang dilakukan Korea Creative Content Agency mengungkapkan bahwa hampir 6 dari 10 responden atau setara 58,6 persen kini secara rutin mengonsumsi konten video berdurasi pendek.

Platform domestik seperti Top Reels, Vigloo, dan ShortCha bersaing dengan layanan internasional seperti ReelShort, DramaBox, dan DramaWave.

Salah satu faktor pendorong utama di balik lonjakan ini adalah perbedaan biaya produksi yang sangat mencolok dibandingkan dengan penyiaran tradisional, salah satunya dari bayaran aktor.

Seorang aktor drama Korea papan atas bisa dibayar hingga 300 juta won per episode di platform streaming global. Sementara itu, aktor mikrodrama umumnya dibayar 300 ribu hingga 5 juta won per episode.

Profesor bahasa dan sastra Korea di Universitas Nasional Chungnam, Yun Suk-jin, juga menyebut bahwa popularitas mikrodrama di Korea Selatan terjadi karena ada perubahan dalam pasar.

“Di tengah menyusutnya produksi film dan televisi tradisional secara keseluruhan, drama berdurasi pendek muncul sebagai alternatif yang menjanjikan,” kata Yun seperti diberitakan The

Korea Times

pada Senin (24/8).

“Munculnya audiens baru yang terbiasa dengan media berdurasi pendek telah menciptakan pasar yang lebih luas, yang pada akhirnya memicu lonjakan produksi.”

Selain itu, Yun juga mencatat bahwa dalam mikrodrama, kreator bisa “memiliki kebebasan yang jauh lebih besar terkait topik-topik tabu dan tingkat intensitas cerita” dibanding yang ada di drama Korea pada umumnya.

“Pendekatan yang sulit dibayangkan dalam pakem drama tradisional ini kini memengaruhi drama siaran arus utama,” katanya.

Hal serupa juga diakui seorang sumber dalam industri drama kepada The Korea Times. Menurut dia, produser Korea kini semakin banyak bereksperimen dengan genre di luar romansa, balas dendam, dan melodrama.

“Keunggulan terbesar dari konten berdurasi pendek adalah kemudahan dan kecepatan saat menontonnya,” ujar sumber tersebut.

“Meskipun orang cenderung mengharapkan alur cerita yang sangat provokatif saat mendengar istilah ‘drama pendek’, kami justru bereksperimen dengan genre lain, seperti kisah pertumbuhan remaja bertema olahraga yang dibintangi oleh idola K-pop.”

The Korea Times menyebut, dengan kombinasi kekayaan intelektual webtoon yang sudah mapan, penyutradaraan sinematik, dan daya tarik bintang K-pop, mikrodrama Korea Selatan berpotensi untuk berkembang dengan skala besar.

(end)

Baca lagi: Film Mutiny Jason Statham Dikritik, Naskah Dinilai Dangkal

Baca lagi: Dispensasi Perpanjangan SIM Mati Hari Ini, Bagaimana Caranya?

Baca lagi: Daftar Pemain Persib 2026/2027: 32 Pemain, Tanpa Ramon Tanque

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: