
Jakarta, Info Graphic Pics Indonesia
—
Bintang Jurassic Park dan Jurassic World,
Sam Neill
, meninggal dunia pada Senin (13/7) di Sydney, Australia saat berusia 78 tahun.
Kabar duka itu dikonfirmasi pihak keluarga melalui pernyataan tertulis, tanpa mengungkapkan penyebab kematian tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Sam Neill sejak beberapa waktu lalu sudah ramai diberitakan berhadapan dengan kanker darah stadium akhir dan sempat mengumumkan sendiri sudah bersih dari kondisi tersebut.
Pihak keluarga mengungkapkan bahwa meskipun kepergian Neill terasa mengejutkan, sang aktor berpulang dengan tenang. Salah satu hal yang paling disyukuri di tengah suasana duka ini adalah fakta Neill meninggal dunia dalam status telah bersih dari sel kanker.
Pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada tim medis St Vincent’s Private Hospital yang memberikan perawatan luar biasa, seraya meminta publik menghormati privasi mereka yang tengah menghadapi kehilangan besar ini.
Perjalanan Neill menghadapi penyakit mematikan ini pertama kali bermula setelah ia menyelesaikan proses syuting Jurassic World Dominion pada 2022.
[Gambas:Video Info Graphic Pics]
Saat itu, ia divonis mengidap limfoma sel T angioimunoblastik stadium tiga, jenis kanker darah agresif yang awalnya diperkirakan mengharuskan dirinya menjalani kemoterapi seumur hidup.
Kepada 7News, seperti diberitakan
The Guardian
pada 29 April 2026, Neill menceritakan bahwa ia sudah hidup berdampingan dengan jenis limfoma khusus ini selama kurang lebih lima tahun.
Proses kemoterapi yang ia jalani diakui berjalan cukup menyiksa, meskipun penanganan medis tersebut terbukti sempat memperpanjang harapan hidupnya.
Namun, situasi berubah drastis ketika obat kemoterapi tidak lagi mempan. Neill mengaku sempat merasa kehilangan arah dan merasa bahwa ajalnya sudah sangat dekat.
Titik balik kesembuhannya bermula saat ia memutuskan terlibat uji klinis terapi sel T CAR yang spesifik menyasar jenis limfoma miliknya.
Prosedur medis itu dilakukan dengan mengambil sel T, yang merupakan bagian dari sel darah putih pasien, untuk kemudian direkayasa secara genetik di laboratorium agar memiliki kemampuan melacak dan menghancurkan sel kanker.
Sel yang telah dimodifikasi tersebut kemudian dimasukkan kembali ke dalam tubuh pasien.
Hasil pemindaian medis terbaru menunjukkan hasil yang luar biasa karena tidak ada lagi sel kanker yang tersisa di tubuhnya, sebuah pencapaian yang membuat Neill sangat bersemangat untuk kembali ke lokasi syuting film.
Hal itu yang ia ceritakan pada April 2026 sembari mengumumkan dirinya sudah bersih dari kanker setelah hampir lima tahun bertarung melelahkan melawan penyakit itu.
Kabar kesembuhan ini pula yang menggerakkan Neill untuk menginisiasi kampanye sosial bersama yayasan kanker darah nirlaba, Snowdome Foundation.
Ia mendesak pemerintah federal dan negara bagian Australia untuk memperluas jangkauan terapi sel T CAR ini agar dapat diakses oleh lebih banyak pasien melalui sistem kesehatan publik.
Langkah kampanye ini dirasa penting mengingat biaya pengobatan privat untuk terapi ini sangat mahal, yakni menembus angka AUD600 ribu dolar Australia atau setara Rp7,53 miliar per pasien (AUD1=Rp12.553,90), serta aksesnya masih sangat terbatas di beberapa rumah sakit tertentu.
Lahir di Irlandia Utara dan tumbuh di Selandia Baru, Neill merupakan aktor perintis yang membuka jalan bagi sinema belahan bumi selatan itu di panggung global melalui film Sleeping Dogs (1977) dan film hit My Brilliant Career (1979).
Namanya kian melambung di panggung Hollywood pada era 1980-an lewat performa memukau dalam film horor Omen III: The Final Conflict dan Possession (1981), hingga sempat menjadi kandidat terkuat pemeran James Bond setelah sukses membintangi serial mata-mata Reilly: Ace of Spies pada 1983.
Sebelum menutup usia, Neill telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu aktor paling disegani lewat kolaborasi apiknya bersama aktris Meryl Streep dalam Plenty (1985) dan A Cry in the Dark (1988).
Ia juga pernah beradu peran dengan Nicole Kidman dalam Dead Calm (1989), hingga membintangi film box office global The Hunt for Red October (1990).
(chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: RI Siap Bangun Bank Plasma, Permudah Akses Obat
Baca lagi: FOTO: Manish Malhotra Membawa India ke Panggung Couture Paris
Baca lagi: Warga Mengungsi ke Gunung saat Gempa Guncang Buol Sulteng