Info Graphics

Google Doodle Rayakan Hari Musik Dunia, Visualisasikan Dangdut

Jakarta, Info Graphic Pics Indonesia

Google Doodle memamerkan desain bernuansa

dangdut

dalam perayaan Hari Musik Dunia hari ini, Minggu (21/6). Ilustrasi Doodle merupakan karya desainer Ardhira Putra.

Perayaan Hari Musik Dunia turut dimeriahkan mesin pencari Google. Google Indonesia mengambil tema musik dangdut dengan menggandeng desainer Ardhira Putra.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Doodle ini saya buat untuk menginspirasi masyarakat agar terus bangga pada identitas musik kita. Bagi saya, dangdut adalah simbol inklusivitas, dengan perbedaan latar belakang yang ada, kita semua bisa berdiri di lantai panggung yang sama, saling bertukar kebahagiaan, dan berdendang bersama untuk merayakan kekayaan budaya Indonesia,,” ujar Ardhira dalam siaran pers Google Indonesia seperti dikutip dari Antara.

Musik dangdut divisualisasikan dengan alat musik gendang, keyboard, seruling, dan tamborin, ditambah gambar truk, mic, juga kilau lampu.

Country Marketing Manager Google Indonesia Muriel Makarim berkata minat masyarakat terhadap musik dangdut di platform digital terbilang positif. Data Google Search menunjukkan pencarian genre “Popdut” meningkat 30 persen.

Kemudian genre “Disco Dangdut” naik 20 persen. Selain itu kata kunci terkait atmosfer hiburan seperti “Dangdut Cafe” naik 90 persen dan “Konser Dangdut” naik 30 persen.

Tak hanya itu, masyarakat semakin aktif mencari referensi ekspresi dan gerakan. Pencarian “penyanyi Goyang Dombret” dan “lirik lagu Inul Daratista” meningkat hingga lebih dari 100 persen.

Penyanyi Inul Daratista pun berbagi soal evolusi musik dangdut dari kacamatanya. Menurut dia, perkembangan musik dangdut saat ini jauh lebih pesar ketimbang di masa awal kariernya dulu.

Talenta baru di industri musik dapat mengeksplorasi kreativitas mereka menggunakan teknologi digital dan media sosial.

“Setiap zaman itu beda, zaman sekarang ada sosial media yang bisa eksplorasi. Personalitas mereka yang punya kelebihan bisa langsung dieksplorasi lewat media sosial,” ujar Inul.

Dulu mereka yang ingin masuk industri musik harus melewati jalur konvensional. Kini, kemudahan akses informasi memungkinkan individu menunjukkan kebolehan mereka dengan mudah.

Popularitas dangdut juga tidak serta merta tersisih karena kehadiran musik-musik baru atau dari genre berbeda. Inul melihat banyak artis di luar genre dangdut mulai menyanyikan lagu-lagu dangdut dengan aransemen yang dimodifikasi.

Menurut dia, fenomena ini menunjukkan tanda positif perkembangan industri musik dangdut lebih pesat.

“Lagu dangdutnya bisa dimodifikasi, bisa ditingkatkan ke mana-mana dan mereka juga membawakan membawakan lagunya,” kata Inul.

(els)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Info Graphic Pics]

Baca lagi: 1st Anniversary, KPop Demon Hunters Gelar Nobar Live TikTok Hari Ini

Baca lagi: ESDM Klaim Kadar Air Biodiesel B50 Lebih Sedikit dari B40

Baca lagi: Penyebab Kontainer Numpuk di Priok, Wuling Klaim Jumlahnya Tak Banyak

Exit mobile version