Info Graphics

Katon Bagaskara Ungkap Bisa Pulang setelah Terlantar 6 Jam di Swiss

Daftar Isi

Jakarta, Info Graphic Pics Indonesia

Katon Bagaskara

mengungkapkan dirinya akhirnya mendapatkan kepastian jadwal penerbangan untuk kembali ke Jakarta setelah sempat terombang-ambing di Jenewa, Swiss, akibat kekacauan jadwal pesawat.

Melalui unggahan video dan takarir di media sosialnya, vokalis grup musik KLA Project ini menuturkan bahwa ia sempat mengalami ketidakjelasan selama enam jam tanpa kepastian usai penerbangannya terdampak kendala teknis dan sistem informasi maskapai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situasi tersebut sempat memicu kepanikan lantaran ketidaksesuaian informasi antara pihak petugas di bandara dan sistem dalam laman resmi.

“Mau update setelah akhirnya terombang-ambing enam jam baru Etihad memberi kabar bahwa pesawat gue confirmed, kompak selama check-in desk, bahwa besok gue pulang ke Denpasar lewat Abu Dhabi dan Geneva,” ujar Katon dalam video resminya.

“Etihad sudah mendengarkan omongan gue, tapi lain kali dibuat aja dong yang kompak antara check in desk dan webnya, sehingga kami enggak panik gitu kami statusnya apa nih.”

“Jangan-jangan flight sudah cancelled karena di web kok tulisannya sudah take off gitu, dan sesuai hari ini dengan nama saya dan tidak ada pemberitahuan apa-apa, di internet juga enggak ada, di email juga enggak ada, okeh sudah cukup jelas ya.

Please do the best again

,” tuturnya.

[Gambas:Video Info Graphic Pics]

Kejelasan jadwal kepulangan sang pelantun Yogyakarta tersebut tak lepas dari pendampingan intensif yang diberikan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern.

Pihak perwakilan diplomatik memberikan pengawalan langsung sejak Katon berada di Bandara Jenewa hingga menyediakan penampungan sementara di wisma KBRI.

“Saya lagi balik ke wisma supaya ditunggu dan diurusin KBRI yang baik hati,” ucap Katon sambil menandai tempat Wisma Duta RI Gumligen, Bern di unggahannya tersebut.

Melalui takarir unggahannya, Katon juga menyampaikan apresiasi mendalam atas solusi cepat yang dihadirkan KBRI Bern.

Berdasarkan rute kepulangan yang dijadwalkan, ia bakal terbang menuju Denpasar (DPS) terlebih dahulu dan menjalani transit selama tujuh jam, sebelum melanjutkan penerbangan akhir menuju Jakarta (CGK) sembari menanti kondisi gangguan abu vulkanik berangsur membaik.

“Update terbaru!! Thanks a lot to KBRI Bern Swiss sudah bantu dapat flight Etihad lagi, besok take off ke Denpasar. Dan Etihad besok suruh tunggu di Denpasar, transit tujuh jam untuk akhirnya semoga bisa pulang ke Cengkareng kalau abu sudah berlalu,” tulis Katon.

“Terima kasih sekali lagi atas pendampingan dari pagi di bandara Jenewa, dan solusi dari KBRI Bern Swiss ya. All the best,” tulisnya.

[Gambas:Instagram]

Katon Bagaskara berada di Swiss sejak akhir Agustus 2026 untuk ikut serta dalam pertunjukan yang digelar di Musikschule Konservatorium yang terletak di kawasan Kota Tua di Bern pada 30 Agustus 2026.

Namun, ia sempat mengeluhkan dirinya “terdampar” di Bandara Internasional Cointrin Jenewa, Swiss, setelah dirinya ditolak melakukan check-in oleh maskapai Etihad Airways.

Etihad Airways disebut Katon menolak dirinya karena menilai musisi itu tidak memiliki visa untuk masuk Abu Dhabi saat transit, seiring dengan Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta yang ditutup karena abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

(chri)

Baca lagi: FOTO: Dari Gayo sampai Mandailing, Kopi RI Unjuk Gigi di ICX 2026

Baca lagi: 14 Penonton Konser The Chainsmokers Kolaps, Dilarikan ke RS

Baca lagi: Internet RI Masih di Papan Bawah, XLSmart Bidik 3 Besar Asia

Exit mobile version