
Jakarta, Info Graphic Pics Indonesia
—
Minions & Monsters
berhasil menguasai puncak box office Amerika Utara meskipun perolehan finansialnya meleset dari proyeksi awal pihak studio.
Prekuel yang mengambil latar Hollywood era 1920-an tersebut hanya mampu mengantongi US$36 juta untuk periode Jumat hingga Senin dari 4.243 lokasi bioskop, dengan akumulasi US$61 juta sejak resmi tayang pada Rabu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Variety
memberitakan angka tersebut terbilang mengecewakan mengingat target lima hari awal dipatok mencapai US$80 juta. Perolehan itu sekaligus menjadi debut terendah dalam sejarah waralaba Despicable Me.
Angkat tersebut merosot jauh dari Minions: The Rise of Gru (2022) yang mencetak US$123 juta dan Despicable Me 4 (2024) dengan US$122 juta pada periode liburan yang sama.
Sementara itu, performa pasar internasional bertindak sebagai penyelamat Minions and Monsters dengan menyumbang US$86 juta sepanjang akhir pekan, sehingga mendongkrak total pendapatan globalnya ke angka US$159,8 juta.
Posisi kedua box office Hollywood pekan ini ditempati Toy Story 5 yang menunjukkan daya tahan luar biasa di pekan ketiga penayangannya dengan mengantongi US$31 juta untuk periode Jumat hingga Minggu.
[Gambas:Video Info Graphic Pics]
Hasil ini membuat total pendapatan domestiknya melesat ke angka US$366 juta dengan akumulasi global fantastis sebesar US$764 juta.
Menyusul tepat di peringkat ketiga, film drama sejarah patriotik Young Washington produksi Angel Studios memberi kejutan besar dengan membukukan US$20,8 juta dari 2.700 bioskop.
Young Washington menceritakan kehidupan George Washington sebelum Perang Revolusi ini berhasil memanfaatkan momentum Hari Kemerdekaan AS dengan sangat baik hingga meraih nilai sempurna A di CinemaScore, meskipun hanya mendapatkan rating 57 persen dari kritikus di Rotten Tomatoes.
Kontras dengan kesuksesan film bertema keluarga dan sejarah tersebut, proyek ambisius berbiaya besar Supergirl justru mengalami keterpurukan yang semakin dalam di pekan keduanya.
Pekan ini, Supergirl terjun ke peringkat keempat setelah film adaptasi komik Warner Bros. dan DC ini terhempas setelah mengalami penurunan pendapatan hingga 74 persen dengan hanya menghasilkan US$9,6 juta.
Setelah debut yang mengecewakan dengan US$37,1 juta dan gagal membawanya ke puncak, film ini secara keseluruhan baru mengumpulkan US$58,5 juta di Amerika Utara dan US$100,5 juta secara global.
Dengan anggaran produksi masif yang menyentuh angka US$170 juta, Supergirl diproyeksikan merugi sedikitnya US$100 juta hingga US$120 juta selama masa tayangnya di bioskop jika total pendapatan globalnya gagal menyentuh US$200 juta.
Tren lesu ini mempertegas tantangan besar yang tengah dihadapi genre pahlawan super, terutama bagi karakter-karakter sekunder yang kurang populer di kalangan masyarakat awam, serupa dengan kegagalan Thunderbolts milik Marvel tahun lalu.
Situasi itu sangat kontras dengan performa berstatus hit seperti Superman (2025) atau proyek Spider-Man: Brand New Day yang diprediksi meledak di pasar karena mengusung karakter utama kelas A yang telah dikenal luas secara global.
(chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Momen Ajaib Cristiano Ronaldo Cetak Hattrick ke Gawang Spanyol
Baca lagi: FOTO: Wali Kota Diusir Warga saat Protes Wisata Berlebih di Mallorca
Baca lagi: Bank Nano Syariah Kantongi Anugerah Adinata Syariah 2026