Info Graphics

Paramount Teken Janji Film Tayang di Bioskop AS 45 Hari usai Merger

Jakarta, Info Graphic Pics Indonesia

Paramount Skydance tampaknya benar-benar serius mengambil hati industri perfilman setelah akan mengakuisisi

Warner Bros. Discovery (WBD)

yang bikin banyak pihak cemas.

Kali ini, CEO Paramount Skydance, David Ellison, bukan hanya berjanji untuk merilis setidaknya 30 judul film di bioskop per tahun setelah merger itu selesai, tetapi juga memastikan jatah film tak cuma sekadar lewat di bioskop.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diberitakan Bloomberg dan Variety, Minggu (9/8), Ellison kini menawarkan komitmen yang mengikat secara kontrak selama tiga tahun kepada dua jaringan bioskop terbesar di AS, AMC Entertainment dan Regal Cinemas.

Komitmen ini menjamin jendela penayangan eksklusif di bioskop selama 45 hari serta penundaan distribusi film di layanan streaming selama setidaknya 90 hari, disertai potensi penalti finansial jika Paramount gagal memenuhi kesepakatan tersebut.

Meski begitu,

Variety

menekankan bahwa CEO AMC dan Regal sebelumnya telah menyatakan dukungan kuat terhadap merger Paramount-WBD ini.

Paramount juga menyatakan secara terbuka kesediaannya untuk menuangkan komitmen 30 film tersebut ke dalam perjanjian tertulis.

Langkah ini dirancang untuk menepis tuduhan seperti dalam gugatan antimonopoli yang diajukan oleh jaksa agung dari 12 negara bagian, yang menyatakan bahwa merger Paramount-Warner Bros. akan memberikan kendali berlebihan atas pasar rilis film bioskop.

Tujuan gugatan itu adalah menciptakan mekanisme pengawas agar Paramount-WBD tidak menahan hasil produksi studionya demi kepentingan layanan streaming mereka sendiri, yakni Paramount+ dan HBO Max.

Namun, belum jelas apakah jaminan penayangan 30 judul film dengan jendela 45 hari akan menjadi konsesi yang dapat diterima oleh para jaksa agung negara bagian yang mengajukan gugatan terhadap Paramount.

Selain itu, langkah ini tidak menjawab tuduhan utama lainnya dalam gugatan tersebut: bahwa Paramount-WBD akan memiliki kekuatan berlebihan di pasar TV kabel AS, serta kekhawatiran 30 film yang dijanjikan ternyata gagal atau hanya berupa judul-judul khusus dengan daya tarik kecil.

Dalam artikel opini di New York Times, Ellison mengakui bahwa ia memang tidak bisa menjamin kesuksesan dari perilisan film bioskop tertentu. Hal yang berani ia pertanggungjawabkan adalah tekad untuk lebih sering mencoba peruntungan lewat berbagai proyek film.

“Sepanjang karier saya, G.I. Joe: Retaliation memenuhi ekspektasi keuangan, Top Gun: Maverick melampauinya, sementara Terminator: Dark Fate gagal mencapai target. Saya bangga dengan semua film ini, tetapi tidak ada yang bisa mendikte apa yang akan disukai penonton,” tulisnya.

“Yang bisa saya janjikan adalah kerja keras, dan lebih banyak lagi karya yang dihasilkan.”

Sementara itu, proses merger Paramount Skydance terhadap Warner Bros. Discovery (WBD) kini resmi sudah mendapatkan dukungan dari industri film di Eropa dan Inggris.

Pada Kamis (6/8), Competition and Markets Authority (CMA) Inggris menyatakan merger tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap persaingan dalam distribusi film bioskop, saluran TV anak-anak linear, dan penyediaan layanan VOD berlangganan di Inggris.

Keputusan tersebut datang setelah pada Juli 2026, Komisi Eropa juga menyatakan hal serupa. Komisi Eropa menilai tidak akan merugikan persaingan karena masih terdapat cukup banyak pesaing, baik secara global maupun lokal.

(end)

[Gambas:Video Info Graphic Pics]

Baca lagi: Susy Susanti Ungkap Cita-cita Besar Separuh Abad PB Jaya Raya

Baca lagi: Mengapa Makeup Thailand Kini Geser Dominasi Tren Makeup Korea?

Baca lagi: Bekal Hadapi El Nino, BRIN Siapkan Modifikasi Cuaca Hingga Desalinasi

Exit mobile version