Info Graphics

Penulis Jepang Keigo Higashino Meninggal Dunia dalam Usia 68 Tahun

Jakarta, Info Graphic Pics Indonesia

Penulis novel asal Jepang,

Keigo Higashino

, meninggal dunia dalam usia 68 tahun. Kabar tersebut diumumkan oleh penerbitnya pada Senin (27/7).

Dalam pernyataan penerbit kepada publik, Keigo Higashino meninggal dunia pada 23 Juli 2026 setelah berjuang melawan kanker kolon atau usus besar selama beberapa waktu terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Penulis Keigo Higashino meninggal dunia karena kanker usus besar pada pagi hari tanggal 23 Juli. Ia berusia 68 tahun,” kata penerbit Kodansha dalam pernyataan.

Sejak debutnya pada 1985, Higashino telah menulis ratusan buku, dengan karyanya diterjemahkan dan diterbitkan di lebih dari 40 negara dan wilayah, serta banyak diadaptasi untuk film dan televisi.

Berdasarkan profilnya, setidaknya ada 106 buku yang sudah ditulis Higashino, mulai dari novel debutnya After School pada September 1985, hingga buku terbarunya Eternal Memory, yang dijadwalkan rilis pada 5 Agustus 2026.

“Kisah-kisah yang ia ciptakan akan terus memikat banyak pembaca,” kata pernyataan itu.

Diberitakan

AFP

, Keigo Higashino dikenal karena keluwesaannya. Novelis pemenang penghargaan ini juga pernah bekerja sebagai insinyur sebelum beralih ke penulisan penuh waktu.

Menurut jaringan toko buku Maruzen Junkudo, karya Higashino menggabungkan fiksi ilmiah dan detektif bersama dengan pengamatan tajam tentang sifat manusia dan kisah-kisah yang mengharukan.

Beberapa judul terkenal dari Higashino adalah The Devotion of Suspect X, Malice, The Keeper of the Camphor Tree, dan Galileo. The Keeper of the Camphor Tree bahkan diadaptasi menjadi film animasi, dan Galileo diadaptasi menjadi serial TV live-action.

Keigo Higashino memiliki banyak penggemar di luar Jepang, terutama di Asia. Kabar Keigo Higashino meninggal ini pun membuat penggemarnya berduka.

“Terima kasih banyak. Seri ‘Detektif Galileo’ Anda adalah novel pertama yang saya beli. Terima kasih banyak telah memberi saya pengalaman membaca terbaik yang pernah ada,” kata seorang pengguna Jepang di X.

“Sejak saya mulai membaca novel Higashino saat remaja, kehidupan saya sebagai pecinta buku dimulai. Novel-novelnya membuat saya takjub, memengaruhi saya, dan membuat saya mengalami berbagai macam emosi. Semua ini adalah harta karun saya,” kata pengguna lain.

Di China, meninggalnya novelis Jepang ini dengan cepat menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan di platform media sosial Weibo.

Terlepas dari hubungan diplomatik yang bergejolak antara Beijing dan Tokyo, karya-karyanya telah lama sangat populer di kalangan pembaca di China.

“Saya telah membaca begitu banyak buku Keigo Higashino, dan ini terasa sangat tidak nyata. Masih banyak bukunya yang belum sempat saya baca,” kata seorang pengguna Threads di Korea.

“Higashino selalu ada sejak saya masih kecil, dan berkat dia, saya bisa menjadi penulis novel misteri di Korea Selatan. Semoga dia beristirahat dengan tenang,” kata penulis Park Ha-ru di Threads.

(afp/end)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Info Graphic Pics]

Baca lagi: Wamendagri Bima Arya Minta Daerah Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi

Baca lagi: Volkswagen Tertekan, Penjualan Global Drop dan Dihantui PHK Massal

Baca lagi: Tahanan Polres Luwu Utara Dirawat di RS, Diduga Alami Kekerasan Polisi

Exit mobile version