
Jakarta, Info Graphic Pics Indonesia
—
Supergirl
harus bersusah payah untuk bisa terbang tinggi ke puncak panggung box office Amerika Utara pada pekan perdana penayangannya.
Adaptasi komik yang mengisahkan petualangan luar angkasa sepupu Superman tersebut mencatatkan awal di bawah target dengan meraup US$38 juta dari 3.600 bioskop domestik, serta US$68 juta secara global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka debut tersebut berada jauh di bawah target awal pihak studio yang membidik kisaran US$50 juta hingga US$55 juta di akhir pekan.
Variety
pada Minggu (28/6) memberitakan lemahnya performa di pekan pertama ini memicu kekhawatiran besar bagi studio, mengingat ketatnya kompetisi di puncak musim panas serta ulasan penonton yang terbelah berpotensi mengikis daya tahan film ini di bioskop.
Terlebih, film baru arahan sutradara Craig Gillespie yang dibintangi Milly Alcock ini menelan biaya produksi fantastis mencapai US$170 juta, belum termasuk anggaran pemasaran yang masif.
Dengan skema pembagian pendapatan bioskop, film itu diperkirakan butuh mengantongi setidaknya US$375 juta untuk mencapai titik impas, meskipun sumber internal menyebut US$300 juta sudah cukup bagi Supergirl untuk balik modal.
[Gambas:Video Info Graphic Pics]
Lesunya performa Supergirl membuatnya gagal menggeser dominasi Toy Story 5 milik Disney dan Pixar yang kembali bertakhta di posisi puncak box office.
Pada pekan kedua penayangannya, animasi legendaris tersebut masih perkasa dengan mengantongi US$70 juta setelah mengalami penurunan standar sebesar 55 persen dari debutnya yang masif sebesar US$160 juta.
Hanya dalam waktu 12 hari, seri kelima Toy Story ini telah mengumpulkan US$297 juta secara domestik dan US$585 juta di seluruh dunia, menjadikannya kandidat kuat film terlaris tahun ini sekaligus berpotensi memecahkan rekor waralaba yang sebelumnya dipegang Toy Story 4 dengan US$1,07 miliar.
Di posisi ketiga, film horor Obsession terus membuktikan taringnya pada pekan ketujuh penayangan dengan meraup US$9,8 juta dari 2.965 lokasi, atau hanya turun tipis 27 persen.
Film rilisan Focus Features itu mencatatkan keuntungan luar biasa dengan akumulasi pendapatan mencapai US$233,9 juta di pasar domestik dan US$370 juta secara global.
Film pendatang baru, Jackass: Best and Last, juga terpaksa harus debut di peringkat keempat dengan pendapatan US$8,4 juta dari 2.855 bioskop domestik. Di pasar internasional, film komedi itu hanya mampu raup US$1,9 juta dari 19 pasar.
Sehingga, total debut globalnya tertahan di angka US$10,3 juta. Angka ini menandai pembukaan terendah dalam sejarah waralaba Jackass, jauh di bawah pendahulunya, Jackass Forever (2022), yang mencetak US$23 juta di pekan perdana domestik.
Namun, dengan biaya produksi seri kelima ini hanya menyentuh US$10 juta, pihak studio diprediksi tidak akan kesulitan untuk segera meraup keuntungan komersial.
Posisi lima besar ditutup dengan Disclosure Day yang mengantongi US$8,1 juta di pekan ketiganya setelah merosot 54 persen.
Film berbiaya US$115 juta tersebut kini telah mengumpulkan total US$94,3 juta di Amerika Utara dan US$193 juta secara global, serta masih membutuhkan sekitar US$300 juta untuk bisa mencetak keuntungan komersial.
(chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Daftar Harga Tiket Konser Guns N’ Roses, Termurah Saat Presale
Baca lagi: Said Cermati Target Pertumbuhan Ekonomi 2027 dalam PEM PPKF 2027
Baca lagi: PDIP Mau Lihat Jokowi Naik Kelas, Bukan Main Level Lokal di Lampung