
Jakarta, Info Graphic Pics Indonesia
—
Presiden Amerika Serikat
Donald Trump
melaporkan pendapatan sebesar US$10,71 juta atau sekitar Rp192,8 miliar (US$1=Rp18.005) dari film dokumenter tentang istrinya, Melania, yang dibuat Amazon MGM Studios.
Variety
pada Rabu (1/7) memberitakan bahwa pemasukan dari hak izin tayang (lisensi) ini tercatat dalam laporan keuangan resmi tahun 2025 miliknya yang baru saja dibuka kepada publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk membuat film tersebut, Amazon membeli hak tayangnya seharga US$40 juta atau sekitar Rp720,2 miliar dan menghabiskan US$35 juta yang setara Rp630,1 miliar lagi untuk biaya iklan.
Film itu kemudian menghasilkan sekitar US$16,6 juta atau sekitar Rp298,8 miliar dari penayangan di bioskop seluruh dunia sebelum akhirnya dipindahkan ke layanan digital Prime Video.
Kerja sama mahal antara Amazon dan pihak Trump ini dikritik keras oleh politisi dari Partai Demokrat selaku pihak oposisi.
Senator Elizabeth Warren secara terbuka menuduh langkah Amazon membeli dokumenter seharga US$40 juta tersebut sebagai bentuk tindakan suap yang nyata demi mencari pengaruh di dalam pemerintahan Trump.
[Gambas:Video Info Graphic Pics]
Tudingan tersebut langsung dibantah pendiri Amazon, Jeff Bezos. Ia menyatakan tidak benar jika kesepakatan itu disebut sebagai upaya membeli pengaruh politik, melainkan sepenuhnya didasarkan pada keputusan bisnis yang menguntungkan.
Senada dengan Bezos, Kepala Prime Video dan Amazon MGM Studios, Mike Hopkins, menyatakan proses pembelian film itu melewati persaingan penawaran yang ketat dan mencatat performa yang sangat baik, baik di bioskop maupun di Prime Video.
Amazon bahkan berencana merilis kelanjutan serial dokumenter ini pada akhir tahun nanti.
Selain dari film, laporan keuangan itu juga menunjukkan pemasukan lain yang berhubungan dengan Melania Trump.
Di antaranya adalah uang senilai US$521.161 atau sekitar Rp9,38 miliar dari penjualan memoar yang diterbitkan Skyhorse Publishing, serta keuntungan bersih US$6 juta atau sekitar Rp108 miliar dari penjualan aset digital NFT dan barang koleksi lainnya.
Jika dihitung semua, total pendapatan Trump sepanjang tahun 2025 naik sangat tinggi hingga mencapai minimal US$2,2 miliar atau sekitar Rp39,6 triliun. Angka ini naik lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang mencatatkan pendapatan minimal sebesar US$622 juta.
Sebagian besar kekayaan baru Trump ini datang dari bisnis kripto keluarganya yang bernama World Liberty Financial. Bisnis tersebut menyumbang keuntungan sekitar US$1,4 miliar atau setara Rp25,2 triliun.
Selain bisnis kripto, Trump juga punya banyak investasi saham di perusahaan-perusahaan teknologi dan hiburan besar dunia, seperti Apple, Nvidia, Microsoft, Amazon, Meta, Oracle, Disney, Netflix, Warner Bros. Discovery, Paramount Skydance, dan Fox Corp.
Sementara itu, nilai saham milik Trump di perusahaan induk media sosial Truth Social saat ini diperkirakan bernilai US$900 juta atau sekitar Rp16,2 triliun.
Nilai tersebut sudah berkurang cukup banyak setelah harga sahamnya turun lebih dari 40 persen tahun ini.
(chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Youri Tielemans, Kapten yang Tolong Belgia ke 16 Besar Piala Dunia
Baca lagi: Negosiasi Delegasi AS dan Iran di Qatar Rampung, Apa Hasilnya?
Baca lagi: Negosiasi Delegasi AS dan Iran di Qatar Rampung, Apa Hasilnya?