5 Konteks Istilah dan Sejarah dalam Film China Dear You (2026)

Jakarta, Info Graphic Pics Indonesia

Film China

Dear You (2026)

tayang di bioskop Indonesia pada 7 Agustus 2026. Film yang menjadi perbincangan di China dan berbagai negara ini dibintangi Li Sitong, Wang Yantong, Wu Shaoqing, Zheng Runqi, dan Wang Xiaohui.

Film ini digarap Lan Hongchun yang juga ikut menulis naskah film keluarga berlatar sejarah bersama Zheng Xuanxuan, Yang Leng, Zhu Liyun. Film ini jadi film panjang ketiga Hongchun yang namanya sedang naik daun di China.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dear You (2026) mengisahkan perjalanan seorang pemuda asal Chaoshan, Guangdong timur, ke Thailand demi mencari kakeknya yang telah lama hilang. Namun ia justru membawanya pada penemuan sebuah rahasia lama soal leluhurnya yang melibatkan orang asing.

Dalam durasi 118 menit, Lan Hongchun yang dikenal kental membawa budaya juga sejarah Chaoshan membanjiri Dear You (2026) dengan berbagai latar dan kisah sejarah juga budaya.

Berikut 5 konteks istilah dan sejarah dalam film China Dear You (2026):

1. Nanyang dan Siam

Dalam Dear You (2026), kata “Nanyang” dan “Siam” kerap terucap dalam percakapan, entah antara Lamgi dengan Bhagseng, atau dalam narasi yang diucap oleh Hiou-ui.

“Nanyang” sebenarnya adalah kata dalam bahasa masyarakat Tionghoa yang bermakna “Lautan Selatan” dan merujuk wilayah geografis yang saat ini dikenal sebagai Asia Tenggara.

“Nanyang” umum digunakan untuk merujuk pada populasi besar migran etnis Tionghoa di Asia Tenggara, dan dibedakan dari Xiyang yang merujuk pada dunia Barat, serta Dongyang yang merujuk pada Jepang.

Dalam pemberitaan, “Nanyang” biasanya merujuk wilayah yang membentang dari Provinsi Yunnan (utara) hingga Singapura (selatan) dan dari Myanmar alias Burma (barat) hingga Vietnam (timur).

Kemudian “Siam” sendiri merujuk pada Kerajaan Siam, atau nama Kerajaan Thailand sebelum namanya berubah menjadi Thailand pada 1939. Kerajaan Siam menduduki wilayah yang saat ini dikenal sebagai Thailand, Kamboja, Laos, Pegu, dan sebagian kecil Malaysia.

Karena masih dalam area lokasi yang sama, “Nanyang” dan “Siam” kadang sering digunakan silih berganti dalam percakapan di film ini untuk menggambarkan pemahaman masyarakat Teochew kala itu memaknai Asia Tenggara.

2. Qiaopi

Dalam Dear You, banyak adegan menggambarkan para pekerja di Nanyang mengantri di kantor pos dan meminta petugas pos untuk menuliskan surat kepada keluarga mereka di China daratan, sembari menyisipkan uang di surat tersebut. Surat ini dikenal sebagai qiaopi.

“Qiaopi” secara sederhana merupakan paket berisi surat dan uang yang dikirimkan oleh perantau Tionghoa kepada kerabat atau keluarganya di kampung halaman. Kiriman uang (qiaohui) bisa berupa perak maupun uang tunai (pikuan), dan dikirimkan bersamaan dengan surat (pixin) dalam satu amplop.

Pada situasi tertentu, misalnya untuk mengabarkan berita kematian, qiaopi bisa saja cuma berupa surat tanpa disertai uang. Dalam kasus itu, qiaopi disebut sebagai “baixin” atau surat tanpa uang. Namun bisa saja dalam beberapa kesempatan, baixin juga disertai uang.

3. KMT

Sejumlah adegan dalam Dear You berlatar semasa China dikuasai oleh KMT. KMT dalam konteks ini adalah singkatan dari Kuomintang, partai politik penguasa China daratan pada 1928 hingga 1949.

Cikal bakal KMT dimulai saat Sun Yat-sen mendirikan Xingzhonghui (Revive China Society) pada 1894 di Honolulu, sebelum akhirnya secara resmi direorganisasi menjadi Kuomintang pada 1919 di Shanghai.

KMT sempat berkongsi dengan Partai Komunis China pada 1923 membentuk First United Front, tapi kemudian keduanya mengalami permasalahan internal yang menyebabkan Perang Saudara China yang pecah pada Agustus 1927.

Lanjut ke sebelah..

Perang Saudara China tersebut terjadi dua fase, yakni 1927-1937 dan 1945-1949. Pada masa-masa itulah, laki-laki dewasa dan dewasa muda dipaksa untuk mengikuti wajib militer oleh KMT yang dipimpin Chiang Kai-shek.

KMT jadi partai penguasa tunggal China dari 1928-1949, tapi kekuasaannya mulai memudar saat berperang melawan Kekaisaran Jepang dalam Perang Tiongkok-Jepang II (1937-1945) dan menghadapi PKC pada Perang Saudara China II (1945-1949).

Hingga pada Desember 1949, Kuomintang kalah terhadap pasukan Partai Komunis China yang menyebabkan mereka eksodus ke Pulau Formosa atau yang dikenal sebagai Taiwan saat ini.

4. Teochew letters

Teochew letters merupakan kumpulan qiaopi dari imigran Teochew di selatan Tiongkok yang dikirim dari wilayah Nanyang, khususnya Thailand, Singapura, Malaysia, Indonesia, Vietnam, dan Kamboja, serta Hong Kong kepada keluarga mereka di kampung halaman.

Berbagai qiaopi ini dikirimkan mulai awal abad ke-19 hingga abad ke-20 dan sempat berkembang menjadi industri penuh, yang melibatkan penulis surat, agen-agen hingga petugas pos.

Agen-agen qiaopi di Nanyang alias Asia Tenggara mengumpulkan surat dan uang kiriman dari para pekerja migran, lalu mengirimkannya kepada mitra mereka di wilayah Shantou di pesisir Guangdong. Agen-agen itu kemudian mendistribusikan qiaopi ke agen-agen lokal yang berada di berbagai wilayah kabupaten dan desa di kawasan Teochew.

Industri qiaopi kemudian berakhir pada 1979 ketika pemerintah China yang sudah dipimpin oleh Partai Komunis China memerintahkan agar fungsi pengiriman uang dari para imigran atau pekerja di luar negeri itu dialihkan melalui Bank of China.

[Gambas:Youtube]

Diperkirakan sebanyak 170 ribu pucuk surat qiaopi telah dikumpulkan oleh para peneliti dan kolektor. Sebagian besar di antaranya adalah qiaopi dari masyarakat Teochew. Museum of Overseas Remittance Mail Relics di Shantou memiliki koleksi 120 ribu pucuk surat qiaopi Teochew, yang mencakup dokumen asli maupun salinannya.

Setelah 1979, qiaopi menjadi dokumentasi sejarah kolektif yang berharga bagi masyarakat dan budaya Teochew. Hal itu karena qiaopi mencerminkan kondisi masyarakat di berbagai lapisan, serta menyentuh topik hubungan internasional, isu-isu nasional, dan detail kehidupan sehari-hari yang penting bagi keluarga Teochew.

Teochew letters kemudian dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Arsip Tiongkok pada 2010. Pada 2013, Teochew letters ini diajukan ke UNESCO Memory of the World Register.

Dalam adegan post-credit, Dear You juga menampilkan sejumlah koleksi qiaopi atau Teochew letters serta bagaimana kiriman uang dari para pekerja di negara asing menjadi sumber devisa terbesar China selama bertahun-tahun yang mampu membangun negara tersebut.

5. Bahasa Teochew dan bedanya dengan Mandarin

Dear You menggunakan tiga bahasa, yakni Teochew, Mandarin, dan Thai. Penggunaan bahasa Teochew ini merupakan obsesi dari kreator film tersebut, Lan Hongchun, yang memang berasal dan mendalami kebudayaan juga sejarah masyarakat Teochew.

Namun penggunaan bahasa Teochew tanpa subtitel di film ini juga sempat menjadi kontroversi, karena banyak masyarakat keturunan Tionghoa di luar China saat ini, khususnya di negara-negara Nanyang seperti Malaysia dan Singapura, tidak memahami bahasa tersebut.

Bahasa Teochew merupakan variasi bahasa Min Nan (Hokkien) yang dituturkan oleh masyarakat Teochew di wilayah Chaoshan, Guangdong timur, serta oleh komunitas diaspora mereka di seluruh dunia.

Bahasa ini memiliki hubungan kekerabatan yang erat dengan bahasa Hokkien, karena keduanya berbagi sejumlah kata kerabat (kognat) dan ciri fonologis.

[Gambas:Photo Info Graphic Pics]

Bahasa Teochew mempertahankan banyak pelafalan dan kosakata bahasa Tionghoa Kuno yang telah hilang dalam beberapa varian bahasa Tionghoa modern lainnya. Oleh karena itu, Teochew digolongkan sebagai salah satu bahasa Tionghoa yang paling konservatif.

Meski masih satu rumpun bahasa, Sinitik, bahasa Mandarin berbeda kelompok/cabang dengan bahasa Hokkien dan Teochew. Bila bahasa Mandarin hanya memiliki empat nada utama dan 1 nada netral, bahasa Teochew bisa memiliki delapan nada utama yang kompleks.

Bahasa Mandarin juga berstatus sebagai bahasa resmi yang digunakan di China dan Taiwan, sementara bahasa Teochew merupakan salah satu bahasa daerah dari China.

Maka dari itu, protes dari penonton Dear You di luar China tersebut seperti orang asing yang hanya mengetahui bahasa Indonesia menonton film lokal yang menggunakan salah satu bahasa daerah.

Penjelasan Konteks Latar Sejarah dalam Film China Dear You (2026)

BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:

1

2

Baca lagi: Studi Sebut Persahabatan Erat Bikin Orang Lebih Awet Muda

Baca lagi: Survei Ungkap Pengguna Mac Lebih Banyak Jadi Sasaran Serangan Siber

Baca lagi: Pakar Ungkap Penyebab Gempa Kolombia M7,4 Senin Malam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: