
Jakarta, Info Graphic Pics Indonesia
—
Seniman
Diding Boneng
meninggal dunia dalam usia 76 tahun. Ia dikenal bukan hanya sebagai aktor dan seniman, tetapi juga seorang pengajar kesenian untuk anak-anak.
Kabar duka Diding Boneng meninggal disampaikan oleh sanggar tempat pria bernama asli Zainal Abidin tersebut mengajar, Sanggar Perkasa, pada Senin (3/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zainal Abidin alias Diding Boneng lahir pada 3 Maret 1950. Ia mengawali kariernya dengan berpentas di teater sejak 1973 dan kerap jadi pemenang dalam festival teater remaja kala itu.
Ia kemudian debut layar lebar dalam film Tiga Dara Mencari Cinta (1980). Diding dikenal secara luas ketika ikut bermain dalam serial televisi Rumah Masa Depan pada tahun 1983 hingga 1986. Ia pun semakin dikenal ketika bergabung dalam sejumlah film Warkop DKI dan kerap memerankan karakter hansip dan pelatih militer.
Dalam beberapa tahun terakhir, Diding Boneng membintangi sejumlah film, seperti KKN di Desa Penari (2022), Badarawuhi di Desa Penari (2024), dan The Torture: Beranak dalam Kubur (2024).
Sejak berkarier pada dekade ’80-an, Diding Boneng sudah bermain setidaknya dalam 35 film, sembilan sinetron, dan berbagai pementasan lainnya, termasuk sinetron pertama di Indonesia yang bertajuk Rumah Masa Depan.
Seperti diberitakan
detikHot
pada Februari 2020, Diding Boneng mengatakan dirinya dipanggil oleh Ali Shahab untuk bermain di sinetron Rumah Masa Depan yang kemudian memberikan nama “Boneng” kepada dirinya.
“Jadi nama tokoh itu, Boneng. Saya gampang viral karena di situ enggak ada orang jahat. Pada waktu itu orang belum tahu siapa nama saya. Setiap Minggu pagi siarannya,” kata Diding kala itu.
“Itu memang ditunggu banget sama ibu-ibu, anak-anak, anak muda. Kemudian karena orang enggak tahu nama saya siapa dan baru ada namanya sinetron,” tuturnya.
“Orang kalau ketemu saya di luar yang diingat itu nama perannya, ‘Itu Boneng loh.’. Saya iya-iya aja. Akhirnya resmi nggak resmi itu menjadi nama saya yang panggilan orang ke saya,” sambung Diding.
Pada Februari 2026, Diding Boneng sempat dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan intensif di Radjak Hospital akibat penyakit asma. Aktor tersebut telah berjuang melawan gangguan pernapasan tersebut dalam tiga tahun terakhir.
Ia menduga penyakit tersebut muncul saat dirinya terlibat proyek film horor yang pengambilan gambarnya berlangsung di hutan selama 80 hari.
Beberapa hal diyakini menjadi pemicu asma tersebut kambuh, seperti faktor cuaca malam hingga asap buatan yang masif di lokasi syuting. Alhasil, hal itu semua diyakini mengganggu sistem pernapasannya.
“Saya sadar, ini mulainya sejak pulang syuting film. Waktu itu 80 persen adegan malam hari dan selalu pakai efek asap buatan. Mungkin itu penyebabnya,” kata Diding Boneng kala itu.
Pada Desember 2025, Diding Boneng juga sempat menjadi pemberitaan setelah dinding rumahnya di Matraman Dalam Jakarta Pusat ambruk karena faktor usia. Beruntung tidak ada korban luka akibat insiden tersebut. Diding kemudian mendapatkan bantuan untuk memperbaiki rumah tersebut.
Hingga akhir usianya, Diding Boneng dikenal sebagai seniman yang penuh dedikasi. Bukan hanya untuk karier dan kehidupannya sendiri, tetapi juga meneruskan ilmunya kepada generasi mendatang.
“Terima kasih atas segala ilmu, pengalaman, semangat, dan inspirasi yang telah Opa Diding berikan kepada anak-anak Sanggar Perkasa. Kebaikan serta dedikasi Bung dalam berbagi ilmu akan selalu menjadi bagian dari perjalanan dan kenangan kami,” kata Sanggar Perkasa dalam unggahannya.
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan ini.”
“Selamat jalan, Bung, Abang, Opa, Diding. Jasa dan ilmu yang telah Bung titipkan akan terus hidup dalam setiap langkah dan karya anak-anak Sanggar Perkasa.”
[Gambas:Instagram]
(end)
[Gambas:Video Info Graphic Pics]
Baca lagi: Santri di Karawang Dituduh Begal, Dianiaya hingga Disiram Air Panas
Baca lagi: FOTO: Debut Global, Suzuki XL7 Facelift di GIIAS 2026
Baca lagi: Seniman Lukis Nasirun Meninggal Dunia, Sempat Mengeluh Dada Sakit

