Film Baru Robert Pattinson Raih 7 Menit Standing Ovation di Venice

Daftar Isi

Jakarta, Info Graphic Pics Indonesia

Film terbaru Robert Pattinson,

Primetime

, mendapatkan sambutan hangat saat tayang perdana di Venice Film Festival 2026 pada Sabtu (5/9) waktu setempat.

Film yang juga menjadi momen debut akting Phoebe Bridgers tersebut mendapatkan standing ovation hingga tujuh menit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diberitakan Variety pada Sabtu (5/9), pasangan Pattinson, Suki Waterhouse, adalah pihak yang bersorak paling keras saat kredit berguler dan langsung mencium Pattinson ketika penonton yang lain bertepuk tangan atas penampilan aktor tersebut.

Variety

menyebut, saat tepuk tangan meriah berlanjut hingga menit keenam, penonton mulai meneriakkan nama sutradara Lance Oppenheim dan Phoebe Bridgers.

Bukan hanya di dalam teater, di luar pun para penggemar riuh meneriakkan nama Robert Pattinson. Pattinson bersama para pemain lainnya pun menyempatkan untuk menyapa penggemar yang berkumpul di venue festival film tersebut.

Film ini tayang perdana dalam kompetisi resmi dan akan bersaing memperebutkan penghargaan Golden Lion yang jadi hadiah utama Venice Film Festival 2026.

Primetime merupakan film thriller kriminal psikologis yang juga adalah debut film naratif panjang Oppenheim setelah sebelumnya sibuk dengan film pendek dan dokumenter.

Film ini diangkat dari artikel Tonight on Dateline This Man Will Die karya Luke Dittrich yang terbit di Esquire pada 2007, mengisahkan peristiwa bunuh diri Bill Conradt beserta dampaknya.

Dalam penulisannya, film ini secara bebas mengadaptasi proses produksi acara realitas televisi To Catch a Predator yang dipandu Chris Hansen. Pattinson dalam film ini menjadi versi fiksi dari Hansen.

Primetime mengisahkan proses produksi serial populer tersebut, di mana Hansen berusaha menghadapi predator seksual anak melalui operasi jebakan yang rumit.

Chris Hansen yang asli secara vokal melontarkan kritik terhadap Primetime. Ia menyatakan dirinya tidak terlibat dalam proses kreatif dan belum menonton film tersebut.

Ia menyebut penampilan Pattinson “terlalu dramatis” dan mempertanyakan “motif” studio dalam mendramatisasi proses pembuatan acara realitas yang sukses tersebut.

Hansen juga menegaskan bahwa Primetime bukanlah kisah nyata yang akurat mengenai kariernya dan bahwa ia tidak dimintai pendapat selama pembuatan film itu.

“Dia mengucapkan hal-hal yang tidak pernah saya katakan dan melakukan hal-hal yang tidak pernah saya lakukan; itu bukan diri saya yang sebenarnya. Saya orang yang baik, kecuali saat berhadapan dengan penjahat dan predator,” ujar Hansen.

“Menurut saya, orang-orang perlu ingat bahwa ini adalah karya fiksi yang hanya didasarkan pada peristiwa nyata.”

[Gambas:Youtube]

Robert Pattinson kemudian menanggapi pernyataan Hansen tersebut. Ia berharap pandangan Hansen akan berubah ketika menonton film tersebut.

“Ada sesuatu yang memikat dan penuh energi dari sosoknya. Saya berharap besarnya inspirasi yang diberikan karakternya kepada banyak orang selama bertahun-tahun bisa dianggap sebagai sebuah bentuk apresiasi,” kata Pattinson.

Primetime yang akan tayang pada 25 September 2026 ini menuai ulasan positif dari para kritikus, dengan pujian tinggi terhadap penampilan Pattinson dan penyutradaraan Oppenheim.

(end)

Baca lagi: Erick Thohir: Lolos Piala Asia U-20 Bukti Konsistensi Indonesia

Baca lagi: Misbakhun Minta RI Tak Cuma Jadi Pemasok Komoditas Global

Baca lagi: Lea Salonga, Aktris Filipina Pertama Raih Hollywood Walk of Fame

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: