George Lucas Akui AI Mempermudah Bikin Film

Jakarta, Info Graphic Pics Indonesia

Sineas legendaris

George Lucas

memberikan pandangannya yang lebih positif atas penggunaan akal imitasi (AI) dalam produksi film di era modern.

Menurut kreator saga Star Wars ini, penggunaan AI memang mempermudah sineas dalam memproduksi film sesuai dengan keinginan, di tengah berbagai tuntutan baik dari studio mau pun penonton.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kecerdasan buatan berarti jauh lebih mudah bagi kita untuk membuat film,” kata Lucas dalam perbincangan di acara A Rabbit’s Foot seperti diberitakan IGN dan

Variety

pada Selasa (14/7).

Lucas mengatakan kemunculan kecerdasan buatan itu seperti kemunculan mobil yang menggantikan kereta kuda, atau kendaraan yang lebih setelahnya. Hal seperti itu tidak akan terelakkan.

Meski begitu, Lucas mengingatkan bahwa segala sesuatu akan memiliki konsekuensi, termasuk soal penggunaan kecerdasan buatan untuk memproduksi seni semacam film.

“Jika Anda menginginkan AI yang memberi tahu Anda kapan sesuatu itu palsu dan dari mana asalnya, AI dapat melakukannya,” kata Lucas. “Manusia tidak bisa, kita tidak sepintar itu.”

“Intinya adalah Anda adalah manusia, Anda bertanggung jawab atas apa yang Anda katakan dan apa yang Anda lakukan, dan jika Anda melakukan sesuatu yang ilegal, Anda harus dihukum karenanya. Apa pun yang Anda lakukan, Anda harus diakui. Itu seperti kehidupan nyata.”

George Lucas menjadi bagian dari Hollywood yang menyambut secara terbuka akan kecerdasan buatan yang menimbulkan pro dan kontra.

Isu soal AI bisa menggantikan aktor manusia sudah jadi kekhawatiran lama di Hollywood. Ini pula yang melatarbelakangi aksi mogok aktor Hollywood pada 2023.

Namun sejumlah studio besar kini sudah memastikan ikut menyertakan AI dalam kegiatannya. Pada umumnya, studio-studio tersebut mengaku menggunakan teknologi AI secara bertanggung jawab dengan menempatkan AI sebagai alat bantu dalam proses kreatif, bukan sebagai pengganti peran manusia.

Selain itu, penggunaan AI juga diklaim tetap memperhatikan aspek perlindungan hak kekayaan intelektual, dengan memanfaatkan data dan aset yang berlisensi serta menghindari pelanggaran terhadap karya atau identitas kreator.

Sementara sebagian dari mereka keberatan atas penggunaan AI dalam perfilman, di antaranya James Cameron dan Christopher Nolan. Penggunaan AI juga dipandang kritis oleh serikat pekerja aktor di Amerika Serikat.

Pada Mei 2026, para pimpinan serikat aktor Amerika Serikat, SAG-AFTRA, mulai mengenalkan usulan aturan baru terkait penggunaan aktor kecerdasan buatan atau AI oleh studio dalam film.

Aturan kesepakatan tersebut juga mengharuskan studio untuk memberi tahu dan bernegosiasi dengan serikat pekerja jika mereka melisensikan penampilan untuk pelatihan AI.

(end)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Info Graphic Pics]

Baca lagi: 5 Hal Perlu Diketahui sebelum Tonton The Odyssey

Baca lagi: Hakim Danish Bakal Jadi Nama Tribune di Sirkuit Sepang

Baca lagi: Kurang Sinar Matahari Bisa Bikin Susah Tidur, Ini Penjelasan Dokter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: