
Jakarta, Info Graphic Pics Indonesia
—
Christopher Nolan
kembali menuai pujian kritikus melalui film terbarunya,
The Odyssey
. Film hasil adaptasi Odyssey karya Homer itu dinilai menghidupkan kembali kisah klasik dengan pendekatan yang terasa segar.
Film yang fokus menampilkan perjalanan pulang Odysseus, Raja Ithaca, setelah Perang Troya itu menuai rating fantastis dari para kritikus pada laman aggregator Rotten Tomatoes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Per Kamis (16/7), The Odyssey berhasil mendapatkan status Fresh untuk Tomatometer dengan nilai 96 persen dari 195 ulasan kritikus.
Sejumlah kritikus menilai Christopher Nolan berhasil memadukan spektakel visual berskala besar dengan kedalaman emosional, sehingga membuat cerita yang telah berusia ribuan tahun tetap relevan bagi penonton masa kini.
“Christopher Nolan memang memiliki keahlian dalam memainkan paradoks waktu. Setelah sebelumnya membangun narasi yang berjalan mundur, lewat adaptasi berbiaya besar atas The Odyssey karya Homer,” tulis Jake Wilson dari Sydney Morning Herald.
“Ia kini mengambil taruhan yang lebih berani, yakni menghidupkan kembali salah satu kisah tertua dalam peradaban Barat dan membuatnya terasa benar-benar baru bagi penonton masa kini,” lanjutnya.
[Gambas:Video Info Graphic Pics]
Hal senada juga disampaikan Hannah Strong dari Little White Lies, ia menilai kekuatan The Odyssey terletak pada kemampuannya menerjemahkan puisi epik Homer ke dalam bahasa sinema.
“Kekayaan The Odyssey terletak pada sifat metatekstualnya, baik sebagai terjemahan dari teks karya Homer maupun sebagai penerjemahan dari kata-kata menjadi gambar,” tulis Hannah Strong.
“Di tengah semakin merosotnya nilai kata-kata, film seperti ini justru menegaskan bahwa kata-kata memiliki arti dan kekuatan yang lebih penting daripada sebelumnya.”
The Odyssey bukan sekadar film perang meski dipenuhi adegan aksi dan petualangan berskala besar. Adaptasi Nolan justru menempatkan perjalanan pulang Odysseus sebagai inti cerita, lengkap dengan berbagai pergolakan emosional.
Hal tersebut yang membuat sejumlah kritikus menilai The Odyssey sebagai tontonan epik berskala besar yang memadukan aksi spektakuler dengan tema-tema universal.
“Ini adalah tontonan epik berskala besar yang memikat, menyentuh tema-tema yang abadi, sekaligus memastikan penonton tidak pernah menunggu lebih dari lima menit tanpa aksi dahsyat yang mampu mengguncang bioskop terbesar sekalipun, seolah-olah para raksasa sedang merobohkan seluruh bangunannya,” tulis Donald Clarke dari Irish Times.
“Dalam karya terbesarnya sejauh ini, Nolan berhadapan langsung dengan kematian dan mereka yang telah tiada, lalu mengajak penonton melakukan hal yang sama, sebagaimana Odysseus,” tulis Katie Walsh.
“Di balik seluruh spektakel megah itu, ia menyisipkan pesan yang sederhana namun begitu kuat-dan hasilnya tak lain adalah sebuah pencapaian sinematik yang benar-benar luar biasa.”
Sementara itu, Robbie Collin dari Daily Telegraph menilai keberhasilan The Odyssey tidak lepas dari cara Nolan mengolah aspek teknis film. Sutradara Oppenheimer itu disebut berhasil menciptakan pengalaman menonton yang terasa lebih imersif.
“Nolan dan para kolaboratornya berhasil membangun sebuah film yang terasa ganjil, menggetarkan, sekaligus inovatif-sebuah pencapaian sinematik yang, sejauh ini, menjadi film terbaik tahun ini,” kata Robbie Collin.
The Odyssey mengisahkan perjuangan Raja Ithaca, Odysseus (Matt Damon), menempuh perjalanan berbahaya selama 10 tahun untuk kembali ke keluarganya di Yunani Kuno.
Hal itu ia lakukan demi bersatu kembali dengan sang istri, Penelope (Anne Hathaway), dan putranya, Telemachus (Tom Holland), setelah Perang Troya berakhir.
The Odyssey tayang pada 15 Juli 2026 di bioskop Indonesia.
(chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: KPop Demon Hunters Masih Masuk Top 5 Film Terlaris Netflix 2026
Baca lagi: Prabowo: Yang Bilang Beras Mahal, Suruh Tanam Padi Sendiri
Baca lagi: Netanyahu Disoraki & Diusir dari Parlemen Israel: Memalukan, Pergi!



One Response
Pembahasannya jelas dan tidak bertele-tele sehingga nyaman dibaca sampai selesai. Saya juga membandingkannya dengan https://kldp.org/comment/352279 dan keduanya sama-sama bermanfaat.