
Daftar Isi
Jakarta, Info Graphic Pics Indonesia
—
Sejumlah media Korea Selatan menyoroti proses adaptasi drama fenomenal
Descendants of the Sun
ke layar lebar versi Indonesia dan dijadwalkan tayang di bioskop tahun depan.
Korea JoongAng Daily, The Korea Herald, hingga Soompi kompak melansir pernyataan resmi rumah produksi asal Korea Selatan, Studio & NEW, yang mengonfirmasi proyek layar lebar itu telah selesai syuting dan kini memasuki tahap pascaproduksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya, NEW tak sekadar menjual lisensi hak cipta, melainkan terlibat langsung dalam perencanaan hingga proses produksi bersama tim Indonesia.
Anak perusahaan mereka, Contents Panda, juga disiapkan untuk menangani distribusi film ini di Korea Selatan.
Sehingga, seperti diberitakan
The Korea Herald
pada 7 September, Descendants of the Sun Indonesia dijadwalkan tayang 2027 di bioskop Indonesia dan Korea Selatan.
[Gambas:Video Info Graphic Pics]
Proyek film yang sementara diberi judul Descendants of the Sun Indonesia ini disutradarai Hanung Bramantyo dan dibintangi Reza Rahadian serta Dian Sastrowardoyo sebagai pemeran utama.
Mereka dipercaya untuk menghidupkan kisah cinta tentara dan dokter tersebut dengan penyesuaian pada latar belakang serta norma budaya lokal.
Pengenalan awal proyek ini ke publik sempat dihadiri langsung oleh Hanung bersama jajaran pemain dalam sesi bertajuk Descendants of the Sun, Localized: When Global stories find local souls di ajang IdeaFest 2026 di Jakarta.
Kerja sama ini, seperti diberitakan
Korea JoongAng Daily
pada Senin (7/9), memperpanjang kolaborasi NEW dan Hanung yang sebelumnya sukses menggarap adaptasi Miracle in Cell No. 7 hingga tembus jajaran film terlaris di Indonesia.
Pengumuman adaptasi ini juga menjadi momen spesial lantaran bertepatan dengan peringatan 10 tahun penayangan versi orisinal Descendants of the Sun.
Saat pertama kali tayang di KBS2 pada 2016, serial yang dibintangi Song Joong-ki dan Song Hye-kyo tersebut mencetak rekor rating puncak mencapai 38,8 persen serta menjadi fenomena di berbagai negara Asia.
(chri)
Baca lagi: Australia Siapkan Aturan Baru, Pengguna Bisa Matikan Algoritma Medsos
Baca lagi: Sayuran Kena Abu Vulkanik, Masih Aman Dimakan? Simak Penjelasannya
Baca lagi: KPK Respons Praperadilan Silmy Karim soal Penyitaan Barbuk


