
Jakarta, Info Graphic Pics Indonesia
—
Pop-up store
Perfect Crown
berujung ditutup lebih awal dari jadwal semula. Langkah itu diambil pihak promotor dan MBC selaku penyiar di tengah derasnya gelombang kecaman publik akibat tuduhan distorsi sejarah drama tersebut.
Toko pop-up yang berlokasi di The Hyundai Seoul, Distrik Yeongdeungpo, Seoul Barat itu dipastikan menyudahi operasionalnya hari inin, Senin (25/5), atau tiga hari lebih cepat dari rencana awal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korea JoongAng Daily
pada Minggu (24/5) memberitakan penjualan suvenir resmi hanya dilayani hingga Sabtu (23/5), sementara pada hari Minggu dan Senin area tersebut hanya dibuka sebagai ruang pameran saja.
Pihak penyelenggara mengumumkan kepada para pemilik tiket pesan awal bahwa perubahan jadwal dan format ini terjadi karena “alasan operasional di lapangan.”
Namun, para pengamat industri menilai keputusan ini diambil untuk meredam kontroversi yang kian membesar.
[Gambas:Video Info Graphic Pics]
Selain menutup toko pop-up, MBC juga menyatakan bakal menghapus adegan yang dipermasalahkan dari penayangan resmi mereka.
Proses penyuntingan ulang untuk menghapus potongan gambar dari episode 11 tersebut diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari sebelum diterapkan sepenuhnya dalam sistem penyiaran.
Drama yang telah menyelesaikan masa tayangnya pada 16 Mei lalu itu menuai kritik tajam karena visualisasi upacara penobatan kerajaan di episode 11.
Dalam adegan tersebut, I-An yang dilantik menjadi raja digambarkan mengenakan mahkota berumbai sembilan yang identik dengan negara vasal atau bawahan, alih-alih mahkota berumbai 12 yang dikhususkan bagi kaisar berdaulat.
Keadaan diperparah dengan dialog para pejabat istana yang menyerukan kata “cheonse” (1.000 tahun) bukannya manse (10.000 tahun) yang merupakan seruan agung untuk penguasa Korea.
Para kritikus berargumen bahwa adegan tersebut seolah membenarkan klaim Proyek Timur Laut milik China atas sejarah Korea.
Menanggapi kekecewaan publik, jajaran pemain utama yakni IU dan Byeon Woo-seok, bersama sutradara Park Jun-hwa serta penulis naskah Yoo Ji-won telah merilis permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.
Pihak pemerintah kini turut menyoroti polemik ini setelah terungkap bahwa Badan Konten Kreatif Korea (KOCCA) ikut mengucurkan dana bantuan untuk proses produksi drama tersebut.
KOCCA menyatakan mereka tengah meninjau ulang apakah ada regulasi yang dilanggar selama proses pemberian dukungan finansial itu, serta sedang mempertimbangkan tindakan lebih lanjut termasuk kemungkinan untuk menarik kembali dana produksi yang telah disalurkan.
(chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Singapura Jadi Negara Terbaik untuk Pariwisata di Asia Tenggara
Baca lagi: Megawati: Saya Menangis Nonton Pesta Babi, Itu Benar Adanya
Baca lagi: PT MCCI Minta Maaf soal Ledakan Pabrik: Efek Steam Turbin



