
Daftar Isi
Jakarta, Info Graphic Pics Indonesia
—
Venice Film Festival 2026
menjadi panggung lantang menyuarakan perjuangan, etika, kebebasan pers, hingga situasi di Gaza. Salah satunya melalui film dokumenter asal Palestina bertajuk Citizen Osama garapan sutradara Ahmed Hassouna.
Film yang resmi dipilih mewakili Palestina untuk bersaing pada kategori Best International Feature Film Academy Awards 2027 ini membuka adegannya lewat potret getir hancurnya sebuah apartemen akibat serangan udara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah kepulan asap dan reruntuhan Kota Gaza, seorang juru kamera berlari merekam penderitaan warga, gambaran gamblang mengenai beban berat yang dipikul para awak media di lokasi konflik.
Lewat catatannya, seperti diberitakan AFP, Ahmed Hassouna menegaskan jurnalis di lapangan bukan lah kamera tanpa jiwa, melainkan manusia biasa yang ikut berjuang mencari air bersih, makanan, hingga susu untuk bayi mereka di tengah situasi apokaliptik.
Melalui karya tersebut, ia ingin memperlihatkan bahwa sosok yang merekam tragedi kemanusiaan untuk disaksikan dunia itu sejatinya tengah melakoni penderitaan yang sama di balik lensa.
Isu keselamatan jurnalis di Gaza terus menjadi sorotan global, terlebih dengan catatan lebih dari 200 pekerja media yang tewas sejak Oktober 2023, termasuk pembunuhan jurnalis Al Jazeera Ismail al-Ghoul pada Juli 2024 serta jurnalis foto Fatima Hassouna pada 2025.
[Gambas:Video Info Graphic Pics]
Pada saat yang sama, otoritas Israel masih melarang masuknya jurnalis asing ke Gaza kecuali dalam tur ketat yang dikawal militer.
Sorotan terhadap konflik Gaza di Venesia makin kuat dengan rencana pemutaran dokumenter NAZA karya sineas pemenang Oscar, Yuval Abraham dan Rachel Szor, yang menyoroti jatuhnya korban sipil akibat gempuran militer.
Selain isu Palestina, panggung festival film ini juga diramaikan narasi sejarah jurnalistik perang lewat La Ragazza con la Leica garapan Alina Marazzi.
Film tersebut mengisahkan perjalanan Gerda Taro, fotografer perang perempuan pertama yang gugur di medan tempur saat meliput Perang Saudara Spanyol bersama mitra kerjanya, Robert Capa.
Marazzi menyoroti pentingnya peran jurnalistik foto masa lalu dalam menyampaikan kebenaran, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kebebasan serta transparansi pers di tengah gempuran era kecerdasan buatan (AI) dan gawai modern.
Dilema etika pers dan penyiaran juga tercermin dalam beberapa judul lain yang tayang di festival tersebut.
Sutradara Julia Loktev menghadirkan My Undesirable Friends: Part II – Exile yang merekam kepedihan jurnalis independen Rusia yang terpaksa mengasingkan diri usai invasi ke Ukraina.
Sementara itu, sutradara Danny Boyle menyuguhkan Ink yang membedah sensasionalisme media lewat sejarah kebangkitan tabloid The Sun milik Rupert Murdoch.
Begitu pula dengan film terbaru Robert Pattinson, Primetime, karya Lance Oppenheim yang menelusuri batas etika moral seorang pembawa acara televisi dalam mengungkap kasus kejahatan.
(afp/chri)
Baca lagi: Kasus Kim Soo-hyun terkait Hubungannya dengan Kim Sae-ron Berakhir
Baca lagi: Ada GIIAS 2026, Penjualan Mobil Agustus Naik Tipis
Baca lagi: ESDM: B50 Pangkas Impor Solar 310 Ribu Bph, Bisa Gaet Devisa Rp170 T


